Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19


Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19 - Pada postingan sebelumnya admin berbagi informasi tentang SE Menpan RB No 59 Tahun 2020 Tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Penduduk, kesempatan kali ini admin kembali akan memberi informasi terkait Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19, untuk lebih jelas simak penjelasan dibawah ini :


PROTOKOL
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19

1. LATAR BELAKANG

  • a. Anak Penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Mereka sangat bergantung terhadap orangtua maupun pendampingnya untuk membantu memenuhi kebutuhan khususnya, termasuk mendukung mobilitas, gerak atau komunikasi;
  • b. Mengingat  ragamnya  disabilitas  dan  karakter  berbeda  yang  melekat,  setiap  anak penyandang disabilitas memerlukan cara penanganan dan pencegahan yang berbeda pula. Perbedaan paling mendasar ialah tentang cara menerima informasi mengenai Covid-19, tidak semuanya bisa diakses dan diserap oleh anak penyandang disabilitas. Kendala ini membuat mereka tidak memahami secara utuh cara-cara pencegahannya, yang menyebabkan mereka rentan tertular;
  • c. Selain keragaman disabilitas, pendampingan terhadap anak dengan disabilitas tidak dapat terlepas dari derajat/level/tingkat disabilitas yang dialaminya. Oleh karena itu, proses pendampingan, dukungan serta pengasuhan terhadap mereka akan mempengaruhi proses serta prosedur upaya meminimalisir keterpaparan atas COVID-19.
  • d. Lingkungan pengasuhan dan perawatan anak penyandang disabilitas dalam keseharian dapat dilakukan/menjadi tanggung jawab orang tua, keluarga atau orang tua pengganti sebagaimana terdapat dalam Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, atau dalam pengasuhan pihak lain seperti panti  asuhan atau panti rehabilitasi sosial yang dibawah pengelolaan jajaran Kementrian Sosial. Dalam situasi pandemi COVID 19 mereka masih ada di lingkungan keluarga yang tinggal dirumah, atau di panti, dengan kemungkinan mereka akan tinggal di Rumah Sakit Umum / Khusus  COVID 19  atau  di  ruang karantina publik  baik  yang di  persiapkan  oleh pemerintah desa dan kabupaten/kota. Dengan tidak mengesampingkan tentang keberadaan ruang/tempat pemberi layanan habilitasi-rehabilitasi untuk pemberian beragam terapi rutin bagi anak-anak penyandang disabilitas yang tidak dapat dilepaskan dalam kondisi pandemi COVID 19.
  • e. Kondisi  di  atas  semakin  menguatkan  konsep  bahwa  seorang  anak  penyandang disabilitas mempunyai  hak untuk mendapatkan pelindungan khusus  yang terdapat dalam mandat Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.



2.   TUJUAN

Protokol ini bertujuan untuk menjadi panduan bagi para pihak yang bertanggung jawab dan pelaksana perlindungan khusus bagi anak penyandang disabilitas selama situasi pandemi Covid-19.
Secara khusus protocol ini bertujuan untuk:

  • a. Meningkatkan pemberian dukungan, layanan, dan bantuan bagi anak penyandang disabilitas berstatus tanpa gejala, dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, dan terkonfirmasi Covid-19;
  • b. Menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak penyandang disabilitas, dengan memperhatikan kebutuhan khusus sesuai keberagaman yang dimiliki.



3.   PELAKSANA UTAMA

Pelaksana utama protokol ini adalah:

  • a. Orangtua/Pengasuh/Wali;
  • b. Pendamping (caregiver);
  • c. Pekerja sosial/Balai/Loka/Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), Satuan Bakti Pekerja Sosial (SAKTI Peksos) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS);
  • d. Konselor atau staf dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA);
  • e. Konselor psikologis dari Pusat Pelayanan Keluarga (PUSPAGA);
  • f. Koordinator/pimpinan  atau  anggota  kelompok  Perlindungan  Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)/Relawan Desa;
  • g. Profesi psikolog, psikiater, juru bahasa, tenaga terapis  profesional seperti okupasi terapi dan sensori integrasi, terapi perilaku, terapi ABA, terapi wicara;
  • h. Pemberi layanan sosial (panti rehabilitasi, panti asuhan, rumah aman);
  • i. Pendidik dan tenaga kependidikan;
  • j. Organisasi penyandang disabilitas; dan
  • k. Organisasi orang tua anak penyandang disabilitas.



Pelaksanaan protokol memerlukan koordinasi dengan:
  • a. Gugus Tugas COVID-19 provinsi/kabupaten/kota/desa
  • b. Dinas yang menyelenggarakan urusan Perlindungan Anak Provinsi/Kabupaten/Kota
  • c. Dinas yang menyelenggarakan urusan Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota
  • d. Dinas yang menyelenggarakan urusan Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota
  • e. Dinas yang menyelenggarakan urusan Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota
  • f. Balai/Loka   Rehabilitasi   Sosial   Anak   Memerlukan   Perlindungan   Khusus (AMPK), Kementerian Sosial
  • g. Organisasi Profesi terkait



4. SASARAN DAN RUANG INTERAKSI YANG DIATUR DALAM PROTOKOL

a. Sasaran

Anak  penyandang  disabilitas  yang  dimaksud  dalam  protokol  ini  merujuk  pada Undang Undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yaitu penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas mental dan penyandang disabilitas sensorik. Seorang anak  dapat juga mengalami gabungan 2 (dua) atau lebih disabilitas, yang dikenal dengan istilah disabilitas ganda atau multi disabilitas.


Adapun yang dimaksud dengan:

1) Penyandang Disabilitas fisik adalah terganggunya fungsi gerak, antara lain amputasi,  lumpuh  layuh  atau  kaku,  paraplegi,  celebral  palsy  (CP),  akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil;
2) Penyandang Disabilitas intelektual adalah terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan dibawah rata-rata, antara lain lambat belajar, disabilitas grahita dan down syndrom;
3) Penyandang Disabilitas mental adalah terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku, antara lain:
  • a) Psikososial diantaranya   skizofrenia,   bipolar,   depresi,   anxietas,   dan gangguan kepribadian;
  • b) Disabilitas  perkembangan  yang  berpengaruh  pada  kemampuan  interaksi sosial diantaranya adalah Autis dan Hiperaktif.

4)  Penyandang Disabilitas sensorik adalah terganggunya salah satu fungsi dari panca   indera,   antara   lain   disabilitas   netra,   disabilitas   rungu,   dan/atau disabilitas wicara.
5)  Penyandang  Disabilitas  ganda  atau  multi  adalah  Anak  disabilitas  ganda memiliki kebutuhan komunikasi yang disesuaikan dengan ragam keterbatasan yang dimiliki. Misalnya untuk anak yang buta tuli. Kebutuhan komunikasinya yaitu melalui taktil dengan menyentuhkan bahasa pada tanganya, menyepakati bahasa dengan anak sehingga anak paham. Kebutuhan komunikasi anak disabilitas ganda tergantung jenis keragaman ganda yang dimiliki oleh anak tersebut.


b. RUANG INTERAKSI / TEMPAT TINGGAL ANAK

Ruang  interaksi  adalah  tempat  atau  lokasi  di  mana  anak  bertempat  tinggal atau mendapat pengasuhan dan perawatan di dalam pandemi Covid-19, yang meliputi :
  1. Lingkungan rumah, termasuk rumah orang tua, rumah  kakek/nenek  di  desa, perumahan, apartemen atau rumah susun;
  2. Lingkungan panti, yaitu  tempat  di  mana  anak  diasuh  dan  dirawat  di luar lingkungan keluarga dalam jangka waktu tertentu atau jangka panjang seperti panti rehabilitasi sosial, panti asuhan atau rumah aman;
  3. Lingkungan rumah sakit atau rumah layanan kesehatan yang sebagai pengganti rumah sakit sementara selama COVID 19;
  4. Ruang isolasi desa sebagai pengganti karantina mandiri di rumah1; dan
  5. Ruang  layanan  habilitasi  dan  rehabilitasi  pada  anak  penyandang  disabilitas, termasuk diantaranya adalah rumah layanan terapi.


Adapun untuk informasi selengkapnya silahkan unduh Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19 (DISINI)


Demikian admin sampaikan informasi tentang Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19, semoga bermanfaat . . .*)
>